Saturday, 11 November 2017

A Very Long Wish List

Sebenernya udah kepengen punya Polaroid/Instax  camera sejak jaman kuliah. Lihat reviewnya di internet jadi ngiler. Maklum, aku suka banget simpan foto dalam bentuk yang sudah dicetak. Memang sih lebih praktis dalam bentuk digital, tapi ada kepuasan tersendiri kalo punya  printed versionnya. Tapi, namanya dulu kuliah duit masih minta ortu, YAAAA TAU DIRI LAH. Ga mungkin minta duit banyak untuk sesuatu yang bukan prioritas, eheee. Waktu itu harga kamera instax, lupa pastinya, yang jelas sejutaan. Semakin lengkap fitur semakin mahal. Angan hanyalah menjadi angan. Impian untuk punya kamera instax harus menunggu at least I can earn my own money.

Sampe akhirnya lulus kuliah dan kerja, timbul hasrat untuk memiliki kamera pun muncul kembali. Bukan instax cam yang dituju, melainkan kamera mirrorless yang lagi happening. Beli deh Fujifilm X-30 dengan harga 8jutaan. Lumayan bikin kere sih but it’s very worth it. Bakat terpendam di dunia photography jadi sedikit tereksplor (halah bakat?)

Nah beberapa bulan lalu, entah kenapa jadi CLBK sama instax cam. Cari-cari deh tipe kamera dengan fitur yang sesuai dan of course sesuai pula harganya, haha. Sempat mikir panjang banget, beli-ga-beli-ga, karena pengeluaran kami akhir-akhir ini rada dahsyat. But hey! Uang bisa dicari lagi, tapi moment untuk diabadikan tidak akan terulang kan? (ngelesssss). Dan juga aku anggap ini sebagai reward karena telah kuat melewati hari-hari yang buruk belakangan ini. Beli deh Instax Mini 90 Neo Classic dengan harga 1.900.000 di tokopedia. Kenapa tokopedia? Karena aku udah survey di beberapa toko kamera di Palembang, dan harganya lebih mahal dari harga standard. Selisih 200-300ribu tapi kan lumayan bisa beli ayam, ikan, daging dan telor (mamak-mamak banget). Hampir 50% dari gaji perbulan pun, ludessss hahaha :'( <-- bahagia iya, ngenes iya

So far, belum banyak foto yang bisa dieksplor. Masih belum sempat going outside karena sibuk kerja hiks. I’ll be going home to Surabaya next week due to my sist graduation. Maybe I’ll get more snaps there. See ya! x



Wednesday, 1 November 2017

Curhat Promil

Sebenarnya udah pengen nulis di blog soal perjuangan mengikuti promil. Tapi ga sempat-sempat alias males dan bingung merangkai kata-kata. Maklum udah lamaaaaaaaa banget ga nulis jadi kaku. Anyway aku cerita seadanya saja ya.
Awal cerita saya dan suami menikah sudah sekitar 1 tahun 7 bulan. Di awal pernikahan kami memutuskan untuk santai saja soal anak. Dikasih cepet alhamdulillah, kalo masih nunggu ya selow. 

Oktober 2016 kami memutuskan untuk serius pengen banget punya anak. Akhirnya kami mulai kontrol makanan dan konsumsi madu & susu sebagai suplemen tambahan. Bulan Februari 2017 ternyata sang rejeki belum datang juga. Gausah tanya ya Oktober sampe Februari itu perasaan saya gimana. Yang jelas nangis tiap kedatangan tamu bulanan, kepikiran (padahal ga boleh banget ya kepikiran, tapi namanya pengen gimana dong? :( ). Sempat iri juga yg baru nikah tapi udah langsung dikasih, tapi langsung mikir kalo aku ga tau apa yang udah dilalui oleh orang itu sehingga dia bisa dikasih rejeki secepat itu. Kami juga sempat kena PHP si bulan. Ceritanya saya telat 2 hari, iya baru telat 2 hari aja udah GRnya setengah mati. Maklum jadwal mensku jarang banget telat, kalo ga on time malah maju sehari. Ehhhhh tapi hari ketiga bocor juga. Lagi-lagi gausah nanya perasaanku gimana. Dari situ kami mutusin untuk konsultasi ke obgyn. Untuk yang tinggal di Palembang mungkin kenal dengan nama dr.Rusdi Damiri, prakteknya di RS Al-Rasyid. Disitu aku cuma USG perut. Hasilnya bagus alhamdulillah, ga ada kista atau benjolan apapun. Dari situ aja udah alhamdulillaaahhhhh banget. Setelah dari dr.Rusdi kami belum serius untuk promil dengan dokter. Karena selain ingin coba secara alami dulu, kami juga masih raba-raba dokter mana yang bagus di Palembang. Loh kan udah ada dr.Rusdi kok masih cari-cari lagi? Hehe gausah aku jelasin alasannya, anggap aja kurang sreg.

April 2017 kami memutuskan untuk konsul dengan dr.Nuswil Bernolian di RSIA Hermina Palembang. Dokternya masih muda, 40s lah. Jelasinnya juga enak dan komunikatif. Datang pertama dicek USG rahim alhamdulillah bagus tapi belum ada sel telur yang bagus, padahal udah hari ke 10 setelah HPHT. Harusnya sih udah nongol. Dan dari dr.Nuswil pula aku tau kalo posisi rahimku ini retrofleksi alias menghadap ke belakang. Disarankan untuk nungging setelah berhubungan biar spermanya ga tumpah. Tapi tidak mengapa, kondisi ini normal, hanya variasi bentuk rahim saja. Dari situ aku dikasih resep, lupa nama obatnya, yang jelas vitamin dan mungkin perangsang hormon agar bulan depan si telur nongol. Biayanya sekitar 800rb sudah sama konsul dan obat. Bismillah kita coba ya. 
Yahh si bulan masih nongol, yaiyalah emang ga ada telor trus apanya yang mau dibuahi? So me and hub cuss kontrol lagi. Kontrol kedua diharuskan untuk USG transvaginal, biar lebih kelihatan jelas kondisi rahim dan sel telurnya. Buat yang belum tau, USG transvaginal itu beda dengan USG yang cuma ditempelin ke perut, tapi V kita dimasukin alat gitu. Pertama bayangin udah parno bin geli. Takut sakit juga. Tapi ternyata ga sakit kok, cuma ga nyaman aja, hehe. Singkat cerita hasil dari USG kali ini adalah sel telurku ada dan besar-besar, yeaayyy!! Dan sekali lagi ditekankan bahwa rahimku bagus. Dari situ kami langsung dipersilahkan untuk intens berhubungan dan jangan lupa berdoa. Konsul kali ini agak mahal karena obatnya lebih yahud, total costnya satu juta lebih, lupa pastinya. Tapi apa mau dikata, si bulan masih tetap datang lagi :(
Setelah dari dr. Nuswil kami memutuskan untuk break dulu, tetap promil tapi pake cara alami. 

Juli 2017 kami memutuskan pergi ke tukang urut rekomendasi teman suami. Karena katanya banyak yang berhasil setelah diurut. Kata si mbah, ada urat atau otot yang agak kaku jadi menghambat jalannya sperma. Dipijatlah perutku sama si mbah. Rasanya Ya Allah sakiiiittttttttttnya minta ampun sampe nangis-nangis. Suami juga sempat dipijat dan alhamdulillah tidak ada masalah. Besoknya perut ini berasa kram. Tapi wajar sih namanya juga baru dibenerin posisinya. Kami sudah 3-4 pijat sampai si mbah bilang bahwa perut saya sudah oke. Ikhtiar dengan cara pijat ini pun belum mendatangkan sang rejeki. Dan kami lagi-lagi memutuskan untuk break.

September 2017 kami memutuskan untuk serius lagi menjalankan promil dengan dokter. Kali ini kami memilih dr.Yusuf Effendi di RSIA Widiyanti atas saran teman kantor. Dokternya sudah senior dan to the point. Jadi pasiennya yang harus banyak tanya. Konsultasi pertama dicek USG perut dan bagus hasilnya. Sempat tanya juga apakah benar rahimku kondisinya retro? Dokter bilang tidak terlalu, jadi ga perlu nungging-nungging setelah berhubungan. Aku jadi ingat si mbah, pantes sampe sakit banget, ternyata posisinya dibenerin. Maturnuwun mbah. Selesai konsul kami ga diberi obat dulu, me and hub langsung disuruh cek hormon dan cek sperma untuk suami. Ceknya hari ketiga mens. Singkatnya kami berdua cek dan alhamdulillah hasilnya normal. Saya normal, suami normal. Another blessing di awal. Karena kami berdua dalam kondisi sehat. Itu adalah hal yang sangat sangat sangat patut untuk disyukuri. Setelah cek lab kami diresepkan obat penyubur untuk membesarkan sel telur. Jika bulan depan sel telur bagus maka akan dilakukan tindakan SIS atau tiup rahim. Silahkan googling untuk lebih jelasnya ya hehe.
Konsul ketiga awal Oktober 2017, which is saatnya ngecek ukuran sel telur. Sempat kecewa karena obatnya ga ngaruh. Sel telurku tetap kecil jadi proses SIS harus ditunda. Sedihnya lagi kemungkinan hamil bulan Oktober juga hampir tidak ada karena sel telur yang masih kecil. Menurut info, sel telur yang bagus adalah berukuran 18-22mm. Sedangkan punyaku cuma 8mm. Jauh banget :(
Supaya bulan depan dia bisa berkembang, maka dosis obat kemarin dinaikin. Yang tadinya sehari sekali jadi dua kali sehari dan kami disuruh kembali pas hari ke-7 HPHT. Oh iya untuk konsul dengan dr.Yusuf biayanya agak terjangkau daripada dr.Nuswil. 
Hari ke-7 HPHT, masih bulan Oktober 2017, kami konsul lagi. Daannnnn sel telurku masih kecil pemirsaaaa, sediiihhhhhhhhh. Jadi dokter memutuskan untuk ditambah kombinasi dengan suntikan selama 3 hari berturut-turut. Keesokan hari setelah suntik pertama, dicek sudah ada sel telur yang membesar, yaitu 16mm. Padahal masih ada 2 suntikan lagi. Waahhh optimis setelah 3x suntikan insyaallah calon anak-anakku ini sudah besar dan siap untuk dibuahi. Hari ini hari ke-3 suntikan, doakan semuanya lancar yaa, aamiin.
Nanti update lagi, TTYL, bye! x

Wednesday, 2 August 2017

A Conversation with God

God: You didn't ask
Me: I asked
God: You didn't really ask
Me: They didn't ask but they got it
God: They asked, too, but, they asked for the things you have that you didn't ask
Me: ....




<3,
Beautiw

Saturday, 22 July 2017

Galau

A friend of mine offers me a housewife-friendly-job (I call it so). It is to be freelance writer for English exercise book. Me thinking that it's an interesting offer. Since I look forward that one day I want to be a fulltime mum yet earning bucks for my family.
Some say I can be an online seller (done this) or open a small shop at home. But to be honest that "berdagang" is not that into me.
I wish that this offer gave me a new experience. I love writing (been too long didn't do it). And im longing of doing what I love. Life has to be realistic, rite? You do what you love, but don't do it for free. Then I remember Heath 'Joker' Ledger once said, "if you're good at it, don't do it for free."
Slap me in the face, im not good (yet) in writing exercise book for student. But let me try...

Sunday, 29 May 2016

Aku yang Selalu Kepo (Resensi Buku "Orang-Orang Bloomington")


Resensi ini akan saya mulai dari seorang Budi Darma. Sebenarnya sosok Darma sudah tidak asing lagi bagi saya. Ketika saya duduk di bangku SMP, guru Bahasa Indonesia memberikan tugas untuk membaca karya sastra era Balai Pustaka. Ketika saya list beberapa judul buku dan nama pengarang, salah satunya adalah Rafilus karya Budi Darma. Tapi nama itu saya lewati begitu saja. Menginjak bangku kuliah, salah satu dosen saya ternyata adalah putri dari Budi Darma. Namun lagi, saya melewatkan begitu saja karena tidak satupun karya beliau yang saya baca. Sekarang hampir empat tahun sejak saya wisuda, tidak sengaja menemukan Orang-Orang Bloomington di Gramedia. Tadinya saya ke Gramedia tidak bertujuan untuk membeli buku ini. Namun sepertinya kali ini saya berjodoh dengannya.

Orang-Orang Bloomington sendiri adalah sebuah antologi cerita yang terhimpun dalam satu buku. Ada tujuh cerpen total. Masing-masing cerita memiliki sudut pandang orang pertama yang disebut “aku.” Dia tidak pernah mengungkap namanya disini. Tapi satu benang merah tentang karakter Aku adalah Aku yang selalu kepo, ingin tahu urusan orang lain secara berlebihan, pribadinya pendiam, lempeng, dan sering digambarkan sebagai orang yang sendirian atau lonely. Kalo buat saya sih karakter Aku ini weird banget. Ga akan mau saya temenan sama orang macam ini. Pantes selalu digambarkan sebagai sosok yang lonely, ya?

Cerita pertama berjudul “Laki-Laki Tua Tanpa Nama.” Si Aku yang merupakan penduduk baru di Fess. Sebuah gang sepi yang hanya berpenduduk tiga wanita tua yang hidup sendiri. Hingga ada orang tua yang baru menempati loteng Ny.Casper. lelaki tua ini memang sedikit aneh, dia punya kebiasaan mengacung-acungkan pistol miliknya di depan jendela lotengnya. Si Aku yang penasaran dengan sosok laki-laki tua ini pun secara agresif mencari informasi tentangnya. Mulai dari tanya penerangan (108 itu lho :D), tanya kepada Ny.Casper sang tuan rumah, hingga bertanya ke pemilik sebuah toko kecil di Fess. Nyebelin kan? Kepo banget.
Cerita kedua berjudul “Joshua Karabish.” Si Aku yang berdasarkan rasa kasihan mau menampung Joshua yang penyakitan dan sendirian. Hingga akhirnya Joshua meninggal dan meninggalkan semua barangnya di kontrakan Aku. Aku yang ingin tahu sengaja menelusuri semuanya.
Cerita ketiga adalah “Keluarga M.” Hanya karena goresan kecil di mobilnya, timbul dendam yang amat kesumat dalam diri Aku. Hingga banyak rencana licik yang ia rencanakan untuk menghancurkan satu keluarga. Sick!
Dilanjutkan oleh “Orez.” THIS IS THE SICKEST STORY! UNFORGETABLE! WEIRD! BEAUTIFUL! BEAUTIFULLY WEIRD! Orez berhasil bikin saya nganga sepanjang cerita. Alurnya sih biasa tapi karakternya itu lho. Lagian kenapa Pak Budi bikin makhluk jadi-jadian sih? Sengaja saya ga akan bocorkan sedikit tentang Orez. Karena ini masternya. You should read by yourself. My favorite story of Orang-Orang Bloomington.
Lalu ada “Yorrick.” Sesosok Aku adalah pemuda sederhana yang jatuh cinta pada seorang gadis namun dibakar cemburu oleh sosok Yorrick yang nggilani, jorok, suka ambil makanan Aku. Mengapa? Karena gadis itu lebih menyukai Yorrick yang lecek daripada Aku yang lebih kece, halah. Bahkan tampaknya satu kota menyukai sosok Yorrick yang menurut Aku ini sangat menyebalkan. Endingnya pun twist. Sangat tidak tertebak.
Lanjut ada “Ny.Elberhart.” kekepoan si Aku kepada Ny.Elberhart membuat dia sendiri tertarik ke pusara cerita yang susah dilepaskan.
Terakhir ada “Charles Lebourne” yang lagi-lagi Aku ini kepo sok-sokan mau menyingkap tabir masa lalu si Charles.

Sepintas ketika saya menamatkan buku ini, timbul perasaan gloomy pada diri saya. Bukan sedih sih, tapi apa ya namanya? Suram? Muram? Hidup tak bergairah, lah! Mirip perasaan yang timbul setelah baca cerpen Edgar Allan Poe. Untuk orang yang ingin cari hiburan dengan cara membaca, buku ini jelas bukan rekomendasi yang tepat. Tapi ya ga bakal nyesel juga sih kalo mau beli dan baca. Cara bercerita Budi Darma yang sederhana namun bermakna, definitely bikin buku ini sangat page turner. Ceritanya outstanding dan lebih mengeksplorasi karakter tokoh. Semacam penasaran dan gemes sendiri dengan sosok Aku yg over pengen tahu urusan orang. Layak buku ini mendapatkan penghargaan S.E.A Write Awards pada tahun 1984 dari pemerintah Thailand. Dan yang akhirnya membuat saya membeli Olenka dan sedang memulai membacanya. 

Saturday, 20 February 2016

Introvert

Introvert. This word comes up to my mind today. Actually I feel that Im an introvert for so long ago but Im not sure yet. Soalnya kadang kalo udah keenakan ngobrol udah bocor kemana aja. Apa aja bakal diomongin. Tapi kemudian saya berfikir bahwa saya seperti itu hanya kepada orang-orang tertentu. People that Im click onto it. Kalo sama yang lain mungkin bakal ngobrol biasa soal certain topics but not all. The fact that I don’t have many close friends, I have, but not many. Dan Alhamdulillah bisa bertahun-tahun awet walaupun udah ga satu sekolah.

Don’t get me wrong. I can make friends, just friends. But to be in charge as a close friend? Dunno but I think I rather bad in it. Call me picky but I don’t trust people easily. Born as a pisces has made me a bit skeptical about anything new; people, things, places. I tend to analyze everything before I give my trust. Itulah kenapa beberapa orang yang baru kenal ada yang anggap saya jutek, angkuh, sombong. Im sorry but actually Im trying to analyze you, haha. Im trying to read your mind. Call me freak, I know.

I don’t really like to go and hang out. I’d like to asal ada butuhnya dan dengan siapa dulu. Kalo butuh beli sesuatu baru pergi. Atau diajak sama orang-orang tertentu baru mau. Oorrrrrr I sometimes hanging out by myself. Yup, kadang being alone di mall atau gramedia my favorite spot itu relieving banget. So don’t get me wrong again, if you ask me to go out but I ignore, it doesn’t mean that I don’t like you. It is just me who doesn’t feel comfortable. Daripada berakhir dengan awkward moment mending say no aja, hehe.

I tend to be focus in doing one thing. ONE thing! Ga bisa ngerjain two different things in a time. Harus bener-bener kelar dulu lalu beralih ke perkerjaan yang lain. Inilah yang bikin saya tidak ambil kerja part time pas kuliah dulu. Padahal teman-teman saya banyak yang seperti itu. Salut buat yang bisa bagi waktu. I just can’t.

Call me a time manage freak. Yeah I like to manage anything. Cuma ga suka aja kalo sesuatu dilakukan dengan terburu-buru atau spontan. Bukan apa sih, jantung ini ga tenang. Seperti always in a rush gitu loh. Ndang cepet ndang mari kalo kata orang Jawa. Kalo semua udah mateng jauh-jauh hari baru bisa lega dan hatipun damai. So if you love me tolong mau-mau aja ya kalo diingetin soal pengaturan waktu. Or there will be something happened with my heart. Lol jk!

What do you think about those unimportant things about me above? Am I an introvert? What is introvert? Hasil googling sih mengatakan demikian dibawah ini. Dan beberapa poin, Im just fully agree about them. Taken from here.

[ISIGOOD.COM] Banyak orang yang mengira bahwa Introvert dan pemalu adalah hal yang sama. Saya pun berpikiran seperti itu. Tapi Sebenarnya tidak demikian. Jika selama ini kamu merasa kamu adalah tipikal pemalu, tunggu dulu, jangan seyakin itu.
Ada 14 ciri yang harus kamu pahami terlebih dulu. Jika ternyata kamu memiliki 14 ciri ini, artinya kamu bukan seorang pemalu. Tapi seorang Introvert.


1. Introvert sangat menikmati me time
Seringkali Introvert merasa ingin sendiri dan menikmati kesenderian. Saat seperti ini, Introvert biasanya menggunakan waktu untuk merenung dan memikirkan sesuatu secara dalam.
2.Introvert tidak menyukai pembicaraan yang ringan
Seorang Introvert adalah tipe pemikir. Dia lebih memilih membicarakan hal-hal substantif ketimbang obrolan ringan. Lebih suka membahas sesuatu yang berat seperti kehidupan, ide, teori atau tujuan hidup. Tapi dia bisa menjadi pendengar yang baik. Artinya, jika seseorang membicarakan hal ringan, dia mungkin tidak bisa terlibat dalam pembahasan itu. Tapi membuat orang nyaman dengan menjadi pendengar saja.
3. Introvert tidak menyukai dering Handphone
Introvert bukan seseorang yang nyaman untuk ngobrol lewat telfon. Dia bahkan tidak dengan mudah menerima telfon dari sahabat atau bahkan keluarganya. Dia sering merasa bahwa dering telfon begitu mengganggu konsentrasinya yang sedang fokus terhadap sesuatu. Hanya kepada orang-orang tertentu dia bisa ngibrol enak lewat telfon. Dengan orang itulah dia biasa menghabiskan waktu lama untuk berbicara.
4. Introvert tidak langsung membalas pesan dari seseorang
Ketika kamu tahu bahwa ada seseorang yang mengirimimu pesan, kamu tidak langsung membalasnya. Meskipun mungkin itu adalah pesan dari keluarga. Kamu memilih untuk membalas pesan itu dalam konsentrasi penuh dan tidak sedang membagi waktu dengan aktivitas lain. Sehingga kamu akan membalas pesan dengan bahasa dan substansi yang baik.
5. Introvert merasa keramaian membuatnya gila
Kamu lebih suka berkomunikasi secara personal. Bukan karena kamu takut dengan kerumunan orang. Kamu hanya merasa komunikasi personal akan bisa membicarakan sesuatu dengan lebih dalam. Kamu merasa tidak sabar untuk pulang saja jika terjebak dalam kumpulan orang yang membicarakan hal tidak penting.
6. Introvert bukan orang yang anti-sosial, tapi  seorang yang selektif
Introvert bukan orang yang anti untuk bersosial dengan orang lain. Dia hanya cenderung lebih berhati-hati. Menjalani pertemanan dengan ritme yang pelan, karena kamu ingin tahu betul karakter dari seorang teman sebelum kamu berhubungan terlalu akrab dengannya. Kamu membuka diri hanya untuk orang-orang tertentu saja.
7. Introvert lebih nyaman untuk hang  out  dengan sedikit orang
Kamu jarang sekali datang ke acara yang menghadirkan banyak orang dan keramaian. Mungkin sesekali kamu akan datang ke acara seperti itu, tapi itu sangat jarang. Kamu lebih suka untuk pergi dengan sedikit orang saja, karena dengan begitu kamu akan mendapatkan intimasi.
8. Introvert suka mengamati keadaan sekitar dengan sangat cermat
Kamu suka sekali mengamati lingkugan sekitar dengan detail. Kamu mencoba menyelami dan mencari tahu tentang apapun yang terjadi dengan hal-hal di sekitarmu. Kamu suka mengamati orang yang lalu lalang sambil memikirkan apa kira-kira yang dipikirkan orang tersebut. Kamu sering mencoba mencari jawaban tentang apapun di sekitarmu. Orang yang bukan Introvert biasanya tidak memikirkan hal tersebut.
9. Introvert adalah pendengar yang sangat baik dan sangat serius ketika mendengarkan
Introvert adalah pendengar yang sangat hebat. Dia mendengarkan, mengamat dan memahami. Tapi dia tidak dengan mudah memberikan jawaban atau respon. Dia hanya akan memberikan respon jika seseorang meminta responnya.
10. Introvert akan banyak berpikir sebelum berbicara
Introvert adalah orang yang berhati-hati dalam berbicara. Dia akan berpikir dan menghindari menyampaikan sesuatu yang sia-sia. Setiap membuat argumen, dia akan berusaha untuk membuat argumen yang sangat berbobot dan bermutu.
11. Introvert cenderung suka menulis
Introvert cenderung lebih suka untuk berkomunikasi lewat tulisan daripada lisan. Misalnya untuk mengklarifikasi atau menjelaskan sesuatu melalui tulisan.
12. Introvert adalah perencana yang sangat baik
Introvert biasanya cermat dalam merancang sebuah rencana kemudian menjalani kehidupan secara teratur seperti yang sudah direncanakan.
13. Jago nebak karakter orang
Intorver adalah orang yang sangat jeli dalam menebak karakter seseorang. Dari penampilan atau sikap orang, dia sudah bisa menebak sifat dari orang tersebut. Ini terjadi karena dia sering sekali memperhatikan seseorang.
14. Sahabat yang sangat loyal
Ya, yang jelas, Introvert adalah sahabat setia. Karena dia memang sejak awal selektif dalam mencai sahabat dan tidak bergaul dengan terlalu banyak orang. Sehinga dia akan sangat setia ketika merasa menemukan seseorang yang sangat  tepat untuk dijadikan sahabat.
If you are curious enough about what you are, take your test here.
My result is ambivert. which is Im still in the middle of extrovert and introvert. Well let me call my self as an extroverted introvert then.

Wednesday, 10 February 2016

Aspiring Beauty Blogger Part II :p Nabi Matte Lip Gloss

Ga ngebayangin ya kalo tiba-tiba merk ini sudah populer, terus orang-orang pada nanya: "Ada nabi ga, sis?" "Sis, punya nabi?" Aneh kan? Secara selama ini istilah "nabi" lebih populer untuk julukan nabi as Allah messengers in Bahasa Indonesia. Itu juga yang pertama muncul di benak ijk, kok aneh sih namanya. Tapi ya ga bisa salahin juga sih, yang bikin kan bukan orang Indonesia. Mungkin dia ga google translate dulu satu-satu arti dari "nabi" dalam segala bahasa. Anywayyyyy cukup pembahasan soal bahasa, kita masuk ke inti pembahasan (udah kaya skripsi aja).
Perkenalkan, Nabi Matte Lip Gloss, brand gincu terbaru keluaran US. Saking barunya sampe susah banget cari review lengkapnya. Ada sih tapi kurang. Secara ijk nih kalo beli lipstik harus melakukan riset yang mendalam dulu supaya ga menyesal kemudian. Nah kan kurang review, terus apa dong yang memantapkan hati ini untuk membeli? Karena harganya yang sangat affordable, around 40-50 lah. So bolehlah give it a shot one or two. Beginilah penampakannya:
kiri: champagne / kanan: hot red
Ijk memutuskan untuk beli dua warna dulu dari total 24 (contoh warna lain bisa dilihat di instagram dan google) karena ijk bukan beauty blogger dan make up junkie. Ijk hanyalah seorang wanita yang tidak berdaya melihat gincu-gincu lucu. Dan juga males gambling buat beli warna baru, takut end up ga kepake. Like usual, warna yang ijk beli selalu bertema nude dan merah. Nude buat santai dan merah buat formal. 
Nabi Matte punya beberapa pilihan yang bertemakan nude, seperti Honey, Mocha, Champagne, dan Natural. Kali ini ijk pilih Champagne. Aslinya naksir sama Mocha tapi lagi sold out everywhere karena emang best seller sih. Kalo Honey kata sesereview terlalu pale dan natural condong ke pink which is ijk ga terlalu cocok. Begitupun dengan warna merah, ada beberapa pilihan shade dengan tema yang sama, seperti Red, Angel Red, Cute Red, dan Hot Red sendiri. Tapi ijk ga kesulitan pilih karena sudah tau asam garam warna merah pada lipstick, haha.
Dari segi packaging hampir mirip sama NYX SMLC, ramping. Aromanya juga enak, mirip parfum. Begitu dipulas di bibir eehhh plek ketiplek kaya LA Girl yang pigmented gloss atau apalah itu. Soal ketahanan juga mirip. Awet. Setelah dipake makan dan minum paling ilang dikit di bagian dalem bibir tapi buat ijk tidak mengganggu. Pokoknya buat yang pernah pake LA Girl pasti bisa bayangin kualitas liquid lipstick ini.
Buat yang kepengen tau penampakan swatchnya, nih ijk kasih bocoran: 

atas: hot red / bawah: champagne
Cantik kan warnanya? Lalu ijk bandingkan Champagne ini dengan semua lipstick nude yang ijk punya barangkali jij pada pengen tau bedanya merk ini dan itu:

hampir mirip semua sih. Tapi lebih condong ke Purbasari. Secara ijk emang udah cocok banget sama Purbasari yang #81 ini tapi ga kuku dengan ketahanannya yang begitu dipake makan dan minum langsung babar blas. Jadi, sementara Champagne jadi juara untuk ketahanan dan harga, hahaha.
Gimana dengan yang Hot Red? Of course ijk juga langsung bandingin dengan semua lipen merah yang ijk punya:

Foto diatas kelihatan lebih terang soalnya lampu kamar ijk nyalain, lagi mendung gelap soalnya. Coba lihaaatttttt, ada sesuatu yang membahagiakan di foto atas. Apakah itu? Yup!!! Warnanya pek ketiplek abis sama Lime Crime Red Velvet lhoooo huaaaaaaaaa sumpah ijk girang banget begitu liat hasilnya. Yah at least kalo ga mampu beli Lime Crime bisa beli Nabi Matte aja, harganya jomplang abis tapi kualitas masih soso lah. 
Kekurangannya apa sih? Buat ijk kekurangannya cuma satu yaitu lubang tubenya yang kecil banget. Sampe nyantol-nyantol kalo mau keluar masuk. Selebihnya oke tidak ada masalah

So...
  • Repurchase? Yes. Kalo ga kecantol sama merk baru yang lebih oke sih hahaha. 
  • Try other shades? It can be, soalnya aslinya naksir sama Mocha tapi habis dimana-mana :( Sama lagi cari kembarannya Colour Pop yang Tulle. Mungkin ada yang tau shade apakah itu?
  • Where to buy? at @_andirashop_ on Instagram. So far harganya paling murah dari olshop lain yang shipping dari Surabaya. Disini Nabi Matte Lip Gloss bisa jij bungkus dengan harga Rp 44.000 saja.
Anyway, kalo jij punya review warna yang lain boleh lempar link di kolom komen bawah yah. Thank you!
.
.
.
UPDATE:
Ijk baru tau kalo ada shade lain yang namanya Nutmeg. OMG! Jadi ada total tiga shades yang ijk temuin yang ga ada di foto. Foto Nabi MLG dari sellernya of course. They are, Champagne, Nutmeg, dan Lilac. Ijk sendiri baru tau dari hasil investigas di IG. Dan apesnya baru tau Nutmeg belakangan, hahaha. Tau gitu kan belinya sekalian sama Champagne dan Hot Red kemaren. Hemat ongkir cyinn! Kenapa Nutmeg? Karena sekarang ini sungguh ijk lagi tergila-gila dengan lipstik warna coklat gelap. Kemaren cari Mocha tapi susah banget. Setelah Topaz dari Purbasari akhirnya nemu Nutmeg. Im sooooo deeply in love with the shade. Apalagi Nutmeg ini ga bakal gampang ilang kaya Purbasari, yipeeeee!! Ini swatch buat perbandingan aja ya. Soalnya masih juaraanngggg banget swatch Nutmeg ini di google, youtube, dan instagram. Enjoy!
Compare to Topaz, Nutmeg is really brown where Topaz is a bit brown red. Read my more review about Purbasari in my old post ;)

.
.
.
Yuhuuu update lagi. Finally oh finally ijk dapat shade Mocha yeay yeay!!! Dan yang bikin seneng ini adalah hadiah dari pujaan hati akuhh :') Tetep yang transaksi ijk tapi yang bayar dia sih, hahaha. Thank you, sayang :* Kali ini dapet Mocha dari @allachaa_shop. Lokasinya di Jogja dan lagi promo free ongkir loh. Makanya ijk cuss aja beli mumpung shade ini masih available. Mocha ini bisa dibilang dupenya Fleur, udah ga mirip lagi tapi sama banget. Comparing to Champagne, mungkin di gambar rada mirip, tapi aslinya Champagne lebih pastel dan soft. So here's my four swatches of Nabi Matte Lip Gloss. Enjoy! 

ps: maaf yah warna mukanya beda-beda dikarenakan tempat ambil foto juga beda-beda, haha. It's a matter of pencahayaan. No edit dan filter kok, hehe ^^v